Gang Peninggalan Belanda Jadi Sarang Makhluk Halus, Ini Deretan Penghuninya

SURABAYA - Sebuah gang di tengah Kota Surabaya merupakan bekas peninggalan zaman Belanda. Di gang ini menyimpan beragam sejarah di zaman itu.

Gang sempit yang dikelilingi oleh bangunan tua bersejarah itu ternyata menyimpan beragam kisah misteri yang membuat bulu kuduk merinding.

Malam hari melintasi gang ini akan terasa sunyi, jarang kendaraan melintas di sini. Suasana lorong gang yang gelap tanpa ada penerangan, menambah seram gang bersejarah ini.

Gang ini ramai dikunjungi oleh orang ketika pagi hingga sore hari, mereka berkunjung untuk mengabadikan momen mereka berfoto dengan latar belakang bangunan tua.

Dinding-dindingnya terlihat rusak dan retak, terdapat banyak coretan-coretan gambar dan tulisan sehingga terkesan tidak terawat. Disudut tembok dan dipinggir juga terlihat kumuh karena banyaknya sampah yang berserakan.

Dibalik semua cerita sejarah dan fungsi bangunan sekarang, kejadian mistis silih berganti ada di tempat ini. Sosok yang sering menghantui tempat ini adalah genderuwo, sosok hitam berbadan besar yang dipenuhi bulu.

Selain genderuwo, makhluk mengerikan yang berbalut kain kafan seperti orang biasa menyebutnya pocong, selalu menampakkan wujudnya yang seram di gang ini.

"Banyak mbak penampakan di sini, memang angker karena bekas zaman Belanda dulu. Sering menampakkan itu genderuwo sama pocong," terang salah satu warga.

Selain penampakkan kedua makhluk menyeramkan itu, akhir-akhir ini ada penampakkan baru yang ikut bergentayangan di area ini. Sosok perempuan berambut panjang dengan pakaian putih yang memanjang nampak pada malam hari.

Pada suatu malam, warga sekitar melintas di gang ini. Kondisinya sangat gelap, tiba-tiba ia dikejutkan oleh wujud kuntilanak yang berada di atas pohon besar.

"Baru-baru ini dapat cerita dari warga sekitar, waktu dia melintas malam hari di sini. Ia tak sengaja melihat sosok perempuan berambut panjang sedang berdiri di atas pohon besar itu," imbuhnya.

Hantu itu berdiri tepat di atas pohon yang tertutupi tembok tinggi. Kuntilanak itu berdiri dan melihat ke arah orang tersebut. Mata hitamnya menatap tajam pengendara yang melintas saat itu.

 

Reporter : Dinar Anggi Kinantiar

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar