Sri Sulatiningsih, Sang Inisiator Kampung Handycraft Surabaya

SURABAYA- Sri Sulatiningsih (66) merupakan inisiator dibalik kesuksesan Kampung Handycraft. Dari ide dan tangan terampil inilah yang membuat kampung ini menjadi terkenal karena kerajinan tangannya.

Selama 18 tahun ia mula bergelut dengan kain-kain yang siap diolah menjadi sebuah kerajinan, dari sinilah ia mampu membantu menyekolahkan ke-empat anaknya dari sarjana hingga sekarang menjadi sukses.

Sebagai istri seorang Marinir yang sering kali ditinggal dinas, membuatnya menyibukkan diri dengan berbagai hal, termasuk dalam hal jahit-menjahit seperti yang ia lakukan sekarang. Sebelum mulai mendirikan kampung ini, ia adalah seorang penjahit konveksi ataupun membuat kue dan telah memiliki banyak langganan.

Hingga akhirnya dia mendirikan Kampung Handycraf yang terus berkembang hingga saat ini. Ia pun selalu diminta untuk mengajarkan kerajinannya itu di beberapa tempat, sehingga keluh kesahnya selama mengajar sudah banyak dia rasakan.

 “Kalau pengalaman kurang enak pas yang diajar itu tidak berminat, kadang juga pelatihan di luar kota, yang ikut asal ikut saja untuk memenuhi kuota, tapi kemarin diundang lagi untuk pelatihan sampai akhirnya ada yang berhasil menjadi instruktur sendiri. Senangnya bisa wisata kuliner,” ujarnya.

Selaku manusia biasa, dia pun juga mengalami yang namanya jatuh, terutama ketika kehilangan anak kesayangannya. Saat itu ia merasa terpuruk, namun karena semangatnya yang tinggi, ia mulai bangkit. Ia mulai yakin bahwa semua yang ada di dunia hanya titipan, begitu pula pasang surut usahanya itu adalah sebuah kehendak dan sudah diatur masanya.

Keadaan tersebut membuatnya terinspirasi untuk membuat tas yang memiliki gambar bunga dan tulisan “Ibu Selalu Mendoakanmu”. Karya itu memang untuk sang anak. Sikap pantang menyerah Sri ditujukan untuk membesarkan kampung itu.

“Seperti yang dituliskan di surat Al Kahfi bahwa semua di dunia ini adalah perhiasan dan menguji sesuai dengan perbuatan,” imbuhnya.

Bahkan, berkat keahlian dan semangatnya melalui pelatihan yang ia lakukan, salah satu warga di Kota Madiun menjadikannya sebagai salah satu inspirasi untuk melanjutkan perjuangan Sri dan kelompoknya itu. Baginya, ada kesenangan tersendiri ketika mengajar dan bertemu dengan orang baru yang memiliki beragam karakter.

Reporter : Eka Suci R

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar