2018, LPDB Siapkan Dana Rp 50 Miliar Khusus Bisnis Start Up Jatim

SURABAYA- Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM  menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk permodalan wirausaha pemula (WP) dan bisnis start up nasional. Namun, jika respon UKM di Jawa Timur bagus, maka mereka siap menambahkan Rp 50 miliar, khusus untuk UKM Jawa Timur.

“Kalau Rp 100 miliar itu kan untuk nasional, tapi kalau respon UKM di Jawa Timur sangat membutuhkan banyak, tentunya aku tidak segan-segan menurunkan Rp 50 miliar lagi,” kata Direktur Utama LPDB Kementerian KUKM, Braman Setyo di salah satu rumah makan di Surabaya, Sabtu, (22/10/2017).

Menurut Braman, LPDB ini lebih unggul dibanding lainnya, yang paling utama adalah bunganya sangat kecil, yaitu 4,5 persen per tahunnya. Ia juga komitmen untuk terus memperbaiki layanannya.

“Tapi, ini juga tergantung minat para UKM dan Dinas Koperasi di daerah, karena saya tidak bisa semata-mata langsung menyalurkan begitu saja,” ungkapnya.

Braman juga optimis hal ini akan banyak direspon oleh kalangan WP dan bisnis start up di seluruh Indonesia, khususnya di Jawa Timur yang sudah sangat banyak bermunculan UKM-UKM nya.

“Selain caranya yang konvensional, kami juga membuka pengajuan proposal business plan dari para WP dan bisnis start up secara paperless atau online,” kata dia.

Oleh karena itu, pihaknya akan secara ketat memverifikasi pemohon kredit WP dan bisnis start up.

"Yang jelas, para WP dan bisnis start up harus sudah punya rintisan usaha yang akan kita verifikasi melalui sistem online yang ada di LPDB. Kita akan bisa melihat jelas bagaimana karakter dari para WP dan bisnis start up tersebut," jelasnya.

Di samping itu, lanjut Braman, mulai 2018, dalam menyalurkan dana bergulir pihaknya akan menerapkan teknologi digital dalam penyaluran dan memonitor pemanfaatannya.

"Kita bisa melihat dan monitor semuanya melalui sistem online. Yang pasti, saat ini tidak akan sulit lagi untuk mengakses dana bergulir di LPDB," tegasnya.

Selama periode 2008-2017, kata Braman, pihaknya sudah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 8,49 triliun kepada 4.000 lebih mitra, dan mampu menciptakan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang.

"Selain itu, hasil monitoring pasca penyaluran 2008-2017, terdapat 892 mitra yang memberikan laporan perkembangan pembiayaan. Berdasarkan data tersebut, 17 mitra mengalami perubahan status dari usaha kecil menjadi usaha menengah. Sementara yang 866 mitra, juga mengalami perubahan namun belum mencapai perubahan kategori yang lebih tinggi," imbuhnya.

Sementara itu, pelaku usaha asal Surabaya Kuncarsono Prasetyo mengaku masih baru dan awam dengan adanya LPDB ini. Makanya, dia meminta kepada pihak LPDB untuk terus mensosialisasikannya kepada para pelaku UKM di Jawa Timur khususnya di Surabaya.

"Terus terang kami masih awam dengan adanya LPDB ini. Mungkin, selama ini yang memanfaatkan dana tersebut hanya kelompok tertentu saja, padahal pelaku usaha, khususnya di Surabaya ini jumlahnya sangat banyak," ujarnya.

 

Reporter: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar