Gerakan “Main ke Masjid” Semakin Mengakar di Surabaya, Yuk Intip Kegiatannya!

SURABAYA - Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat islam, di Surabaya banyak tersebar masjid-masjid di setiap wilayahnya. Masjid Al-Akbar Surabaya, merupakan salah satu masjid yang paling tersohor dengan arsitektur khas berwarna hijau dan menaranya yang menjulang tinggi.

“Main ke masjid”, merupakan nama sebuah gerakan sekaligus ajakan, khususnya bagi pemuda-pemudi Surabaya. Gerakan ini resmi terbentuk pada pertengahan tahun 2017 oleh tiga orang yakni Ustadz Zayyin Achmad, Ibra Maulan Tigotsulatsi dan Ustadz Aditya Abdurrahman.

Awal mula terbentuknya gerakan ini karena tiga penggagas tersebut ingin masjid bukan hanya menjadi ruang ibadah saja, melainkan juga menjadi pusat peradaban. Menjadi tempat nongkrong yang positif, mencerdaskan dan ramah bagi anak muda.

"Terbentuknya gerakan ini adalah kami ingin masjid bukan hanya jadi ruang ibadah, namun juga menjadi pusat peradaban. Bisa jadi tempat nongkrong, mencerdaskan, dan ramah bagi anak muda," kata Ibrahim salah satu pencetus terbentuknya Main ke Masjid ketika ditemui bicarasurabaya.com, Senin (23/10/2017).

Beragam kegiatan diselenggarakan oleh gerakan ini dengan menyasar anak muda di dalamnya, seperti nongkrong yang dibarengi mengaji dan baca Al-Quran bersama serta kegiatan positif lainnya.

Selain itu, setiap orang yang mengikuti rangkaian kegiatannya pun diperkenankan memakai baju bebas khas anak muda sebagai salah satu ciri khasnya yang lain.

Selain kegiatan tersebut, gerakan ini mengadakan acara kajian-kajian islami setiap dua bulan sekali. Berkeliling dari masjid ke masjid untuk melakukan beragam kegiatan tersebut, beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kajian arek hijrah bertema "Taat itu keren". Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Al Madani kawasan Florence Pakuwon City Surabaya yang bekerjasama dengan Takmir Masjid Al Madani.

Acara itu dihadiri oleh tiga bintang tamu yang dikenal oleh kalangan muda, diantaranya adalah Capo Ipul, Yupal ex Screaming Out, Ali Topan pemain film The Raid Redemption.

"Kami memilih tiga orang tersebut karena mereka dikenali dan diikuti oleh anak muda, dan penampilannya anak muda banget, tapi tidak melupakan unsur islami,” imbuhnya.

Harapannya, gerakan ini mampu berlanjut hingga tingkat Nasional. Mereka ingin mengajak anak-anak muda tetap ingat untuk berkunjung ke masjid, bukan hanya untuk beribadah tetapi juga menjadi pusat belajar bagi mereka.

"Harapan kami semoga gerakan ini bisa sampai tingkat nasional, bukan hanya lingkup Surabaya saja," pungkasnya.

 

Reporter: M Ilham Azhari

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar