Mengenal Punk Muslim, Komunitas Anak Jalanan yang Hijrah ke Islam

SURABAYA - Mendengar kata punk, memang sangat identik dengan tatto, piercing, juga tindik yang melekat pada tubuhnya. Terlebih gayanya yang mencolok dengan potongan rambut mohawk ala suku indian, dengan jeans ketat, rompi dan jaket kulit.

Padahal, sebenarnya Punk merupakan subculture yang diadopsi dari Kota London, Inggris. Kelompok anak muda yang berasal dari kalangan kelas pekerja ini terbentuk sebagai perlawanan atas merosotnya moral tokoh para partai politik yang berkuasa kala itu.

Namun, pernahkan kalian mengenal istilah “punk muslim”? Nama itu tersemat dalam komunitas bernama Punk Muslim yang pertama kali dibentuk di Jakarta oleh Ahmad Zaky. 

Seiring perkembangan waktu, Punk Muslim ini juga terbentuk di Surabaya. Punk Muslim di kota ini digawangi oleh Ustadz Aditya Rahmanyani pada tahun 2015.

“Awalnya kami meneruskan komunitas yang ada di Jakarta, kenapa di Surabaya yang merupakan kota besar juga tidak membuat komunitas seperti itu, akhirnya kami membuat komunitas itu juga,” kata Bayu, salah satu anggota Punk Muslim Surabaya ketika ditemui bicarasurabaya.com, Senin (23/10/2017).

Setelah terbentuk, mereka pun memiliki satu gerakan bernama Better youth. Gerakan ini mereka menunjukkan eksistensinya lewat produk merchandise dengan tema islami, seperti t-shirt, magazine, topi, stiker, dan poster.

Hingga saat ini terdapat sekitar 12 anggota yang aktif dalam komunitas ini, setiap minggunya mengadakan diskusi dan pembinaan mengenai agama islam, sehingga punk yang biasanya berada di jalanan, kini sudah mulai berubah menjadi lebih baik.

Bayu memastikan bahwa Komunitas Punk Muslim ini tidak harus berasal dari anak punk. Anak-anak biasa pun sangat boleh bergabung ke komunitas ini.

"Banyak yang mau gabung tapi mereka bukan punk, ya tidak masalah. Kalian gak harus jadi punk untuk berhijrah, tujuan kita di sini kita sama-sama berhijrah," pungkas Bayu.

 

Reporter: M Ilham Azhari

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar