AMSI Diharapkan Jadi Pembersih Hoax di Dunia Digital

SURABAYA- Media online atau siber terus bermunculan layaknya air bah yang tidak dapat dibendung. Makanya, perlu adanya asosiasi untuk menjadi wadah media online itu, supaya ke depannya media siber bisa menjadi literasi yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan ke masyarakat.

"Akan banyak pekerjaan bersama membersihkan dunia digital dari sampah hoax," kata Ketua DPP Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat Wens Manggut dalam menyampaikan sambutannya saat Konferensi Wilayah I AMSI Jawa Timur, di Spazio Surabaya, Rabu (25/10/2017).

Menurut Wens, saat ini ada sekitar 43 ribu media online di Indonesia bermunculan dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, Kemenkominfo mencatat lebih dari 47 ribu media online di Indonesia.

“Itu mulai dari yang berbadan hukum sampai yang tidak tahu bahwa badan hukum itu perlu," ujarnya.

Oleh karena itu, perlu adanya asosiasi yang dapat menaungi secara media online itu. Sebab, dengan banyaknya media online tidak mungkin hanya satu asosiasi yang mengurusinya.

“Jadi, lebih dari tiga asosiasi itu masuk akal untuk mengurusi banyaknya media online," ungkapnya.

Menurut Wens, banyaknya media siber yang harus diperhatikan dan wajib ialah badan hukum, karena itu sudah tertuang dalam undang-undang pers.

"Syarat mutlak media online ialah harus berbadan hukum seperti tertuang dalam undang-undang pers nomor 4 tahun 1999, itu sangat jelas," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wens juga mengingatkan pentingnya pedoman media siber, karena kode etik yang khas digital ialah pedoman media siber.

"Kenapa pedoman media siber perlu dibikin, karena kode etik jurnalitik itu memang khas, printnya untuk koran dan majalah, sementara media digital yang tersebar di Indonesia ini,  berbasis teknologi yang tidak bisa dijangkau betul oleh regulasi kode etik jurnalistik, karena itu perlunya pedoman media siber," ungkapnya.

Makanya, dengan adanya AMSI maka diharapkan kepercayaan publik terhadap media online bisa lebih meningkat dan tidak ada lagi berita hoax.

Reporter: Deny Prastyo

Editor: M. Syarrafah

 

Tinggalkan Komentar