Lontong Balap Pak Gendut, Kuliner Khas Surabaya yang Melegenda

SURABAYA- Keberagaman kuliner yang ada di Kota Pahlawan ini seakan menjadi ‘surga’ bagi pecinta kuliner, beragam pilihan mudah dijumpai di kota ini.

Setiap sudut jalan yang ada di Kota Surabaya selalu menyajikan beragam kuliner dari makanan ringan hingga makanan berat sekalipun. Bahkan, kota ini memiliki beberapa kuliner yang menjadi ciri khas kota yang memiliki lambang Suro dan Boyo ini.

Lontong balap merupakan salah satu kuliner khas yang ada di Kota Pahlawan, banyak tempat yang memiliki sajian ini. Lontong Balap Pak Gendut, menjadi salah satu lontong balap idola yang telah melegenda sejak 1958 silam.

“Tempat ini mulai dirintis sejak 1958 silam, dulu tempatnya di seberang jalan sana. Setelah digusur akhirnya kami pindah ke sini,” terang Risky salah satu pekerja saat ditemui bicarasurabaya.com, Rabu (26/10/2017).

Tak sulit untuk mencari lokasi ini, tepatnya berada di depan Bioskop Garuda di Jl. Kranggan, Surabaya. Spanduk ukuran besar berwarna biru dengan tulisan “Lontong Balap Pak Gendut Asli” menjadi tanda di depan tempat makan ini.

Tempat ini telah dikenal di kalangan masyarakat Surabaya ataupun masyarakat luar Surabaya, bahkan tak jarang beberapa artis terkenal mampir ke tempat yang buka dari jam 07.00-22.00 ini. Lontong balap ini terdiri dari potongan lontong, irisan tahu goreng, lentho dan tauge yang melimpah di atasnya, tak lupa kuah segar disiram di atasnya.

Tak lengkap rasanya jika memesan lontong balap tanpa ditambah dengan sate kerang, sate ini menjadi penambah nikmat rasa lontong ini. Sebagai pelepas dahaga, es degan menjadi penyegar setelah kenyang menyantap lontong dan sate kerang ini.

Satu porsi lontong maupun sate harganya cukup murah, hanya Rp 12 ribu saja. Rasa lontong balap miliknya pun memiliki ciri khas tersendiri dengan menggunakan resep yang telah diwariskan secara turun temurun oleh keluarganya.

“Resepnya udah turun temurun, bahkan yang kerja di sini semuanya adalah keluarga Pak Gendut. Sekarang yang meneruskan istri dan adik iparnya,” imbuhnya.

 

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar