Kampung Bordir Menantang Zaman

SURABAYA- Beragam kampung yang memiliki julukan unik terdapat di Kota Surabaya, seperti Kampung Kue, Kampung Tas, Kampung Kerupuk, Kampung Tempe dan beberapa kampung lainnya.

Salah satu kampung unik yang memiliki ciri khas tersendiri adalah Kampung Bordir, kampung ini berada di Jl. Kedung Baruk, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut Surabaya. Sejak tahun 2010 silam, kampung ini dinobatkan sebagai Kampung Bordir dengan beberapa pengrajin bordir di dalamnya.

Lilik Zulfiah (37) merupakan ketua kelompok pengrajin bordir di kawasan ini. Berkurangnya minat warga kampung sekitar untuk menjadi pengrajin bordir, menjadikan wilayah yang menjadi kampung bordir ini meluas hingga ke Kecamatan Rungkut.

“Dulu masih banyak minat warga yang menjadi pengrajin bordir, namun sekarang semakin berkurang bahkan hanya tinggal saya saja di Kedung Baruk yang masih bertahan. Akhirnya kawasan Kampung Bordir meluas hingga ke Kecamatan Rungkut,” terang Lilik saat ditemui bicarasurabaya.com di rumahnya, Rabu (26/10/2017).

Aneka ragam produk bordir mampu ia buat, seperti mukena, jilbab, dompet kain dengan aksen bordir, aksesoris bordir tempel, taplak, tutup kotak tisu maupun kain yang dihiasi motif bordir tempel. Produk-produknya diberi nama Lilix’s yang banyak terpajang dan menghiasi sudut rumahnya.

Produk-produk unggulannya ini hampir semua memiliki aksen bordir bergambar bunga yang sangat cocok dipadukan dengan berbagai macam warna dan juga motif kain seperti batik.

Selain dipajang di rumahnya, Lilik juga sering mengikuti berbagai event yang ada, bahkan karyanya juga terdapat di Gedung Siola. Selain itu, ia juga mendapat bantuan dari Disperindag Surabaya untuk bekerja sama dengan salah satu toko batik yang ada di Sidoarjo.

Harga yang dipatok untuk setiap produknya ini pun beragam, mulai dari Rp 50-250 ribu, tergantung dari bahan ataupun modelnya. Dari keuletannya ini, dalam satu bulan, ia mampu meraup omzet anatara Rp 5-5,5 juta, tergantung dari jumlah pesanannya juga.

“Kalau mukena biasanya harganya Rp 175-250 ribu, kalau jilbab harganya Rp 50-175 ribu, itupun ada dua model seperti syari atau pashmina,” imbuhnya.

 

Reporter: M Ilham Azhari

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar