Mengintip Jeroan Gedung Setan Surabaya yang Berusia 2 Abad Lebih

SURABAYA– Terik matahari siang tak begitu menyengat seperti biasanya. Mendung serta angin sepoi mengiringi menuju jalan di pasar tradisional kawasan Gedung Setan, begitu biasanya orang menyebut.

Gedung Setan itu berada di Jalan Banyu Urip Wetan 1A nomor 107, Surabaya. Bangunannya yang berarsitektur kuno dan lokasinya yang tidak jauh dari jalan raya, sangat mudah untuk dijumpai.

Memasuki lingkungan gedung ini akan disajikan dengan aktifitas pasar yang  kebanyakan pedagangnya beretnis Tionghoa.

Gedung ini tampak kokoh berwarna putih kusam, dari luar memang cukup terlihat menyeramkan. Gedung itu dibangun J.A. van Middlekoop pada 1809, sehingga sampai sekarang usia gedung ini sudah lebih dari dua abad.

Memasuki bagian dalam gedung ini, akan disajikan kamar sepetak berdinding kayu triplek di kanan-kiri lorong, kemudian terdapat toilet umum diujung lorong itu. Tampak beberapa lansia duduk sembari bercengkrama dengan yang lainnya.

“Saya orang rantau dari Kediri sudah sejak tahun 1964 tinggal disini, dulu jualan kue onde-onde,” kata salah satu lansia sembari duduk santai di sekitar  toilet, Kamis (26/10/2017).

Kurang lebih 50 kartu keluarga (KK) tinggal di gedung yang sudah berdiri sejak 1809 ini. Kebanyakan mereka adalah para perantau dan pengungsi dari Jogja dan daerah-daerah lain.

Para penghuni gedung selama ini adalah sanak keluarga yang menempati gedung turun-temurun dari zaman dahulu. Namun, diantara mereka tidak ada yang mengaku pernah melihat hal-hal ghaib di gedung ini.

Tembok bertulisakan pinyin menghiasi area toilet di gedung ini, konon salah satu penghuni terdahulu adalah seorang etnis Tionghoa.

Gedung ini mempunyai dua lantai, sebuah tangga kayu yang cukup lebar dapat digunakan untuk naik ke lantai atas, namun kondisinya kini sudah rapuh ditambah dengan suasana gelap dan mencekam.

Di lantai tersebut, memiliki ruangan yang cukup luas berisikan sofa dan kursi di dalamnya. Jendela-jendela besar tempat masuknya udara dan cahaya juga terdapat di lantai ini, beragam poster pun menjadi hiasan di atas jendela itu.

Tidak terlalu banyak kamar yang mengisi lantai 2 ini, hanya saja kondisinya sama dengan lantai bawah. Kondisi kotor dan tak terawat menjadi pemandangan yang ada di Gedung Setan ini.

 

Reporter: Eka Suci R.

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar