Ini Dia Boneka Penghasil Puluhan Juta Rupiah

SURABAYA – Bisnis pakaian adat nusantara terus berinovasi menjaga kualitas dan lestarinya budaya di Indonesia. Salah satunya dirasakan seorang perajin boneka pakaian adat nusantara yang ada di Rungkut Permai II Surabaya, Jawa Timur.

Sukma Trilaksasih, begitulah orang menyebutnya. Perajin yang sukses dengan boneka pakaian adat ini awalnya tidak pernah membayangkan jika kegemarannya kepada boneka itu akan membuahkan rupiah.

Dengan ketekunan dan kegigihannya, Sukma bisa mengembangkan boneka pakaian adat itu hingga dipasarkan di dalam dan luar Indonesia. Tak ayal, omzet dari bisnis itu pun sekitar Rp 25 juta per bulannya.

“Tentunya, pembinaan dari Pahlawan Ekonomi Surabaya, dari Dinas Koperasi Kota Surabaya sangat memberi saya banyak usulan dan masukan, sehingga saya bisa memamerkan hasil karya ke beberapa kota, dan membuat bisnis saya semakin dikenal dimana-mana,” kata Sukma kepada bicarasurabaya.com, Jumat (27/10/2017).

Menurut Sukma , ide mengembangkan boneka pakaian adat itu muncul dari keprihatinannya melihat boneka-boneka yang dijual di pusat perbelanjaan mengenakan pakaian terlalu erotis. Sukma lantas berpikir untuk membuat kerajinan dari hobinya tersebut, dengan menonjolkan pakaian adat nusantara.

“Saya prihatin dengan boneka yang dijual di mall pakaiannya seksi-seksi akhirnya saya punya ide buat bikin pakaian-pakaian adat untuk boneka,” ujar Sukma.

Boneka yang di produksi pertama kali sangat besar. Namun kerena dinilai kurang praktis dan memakan tempat, Sukma beralih memproduksi berukuran kecil. Boneka yang diproduksi berbalut pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ukuran gede (besar) kan bawanya susah, pasarnya juga beda. Akhirnya saya bikin anaknya yang kecil-kecil dan banyak yang suka dan lagi dibawa lebih gampang,” imbuhnya.

Sejak saat itu pula, dia terus berinovasi mengembangkan boneka pakaian adat sejak tahun 2011. Ia mengaku dibantu 5 orang dalam mengembangkan usahanya itu.

Kini, usaha itu semakin berkembang pesat dan menerima banyak pesanan hingga mancanegara. Bahkan, tak jarang mereka membawanya saat mengadakan perjalanan dinas ke luar negeri. Harga boneka kecil berpasangan dalam kotak akrilik dijual Rp 150 ribu, untuk yang tunggal Rp 80 ribu.

Sukma juga mengaku penghasilannya itu antara Rp 20-25 juta setiap bulannya, tergantung ramainya pemesanan. Bahkan, terkadang ada pesanan hingga mencapai 3000 buah boneka, sehingga dia terus menekuni usaha ini hingga saat ini.

Reporter : Arry Dwi Saputra

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar