Sukma Trilaksasih, Kampanyekan Budaya Indonesia dengan Boneka

SURABAYA – Sukma Trilaksasih (59) merupakan sosok dibalik pembuatan boneka dengan pakaian adat dari berbagai macam daerah di Indonesia. Karyanya ini pun sudah menembus pasar internasional, sehingga dia berbisnis sambil mengkampanyekan berbagai budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Sukma menjelaskan bahwa budaya luar sudah banyak mempengaruhi masyarakat Indonesia, sehingga sebagian orang pun sudah banyak yang meninggalkan adat budaya lokal Indonesia. Dengan boneka itu, ia sebenarnya ingin mengajak masyarakat terutama bagi anak-anak muda generasi bangsa untuk mengenal pakaian adat suku yang ada di seluruh Indonesia.

“Lihat dandanan dan pakaiannya boneka itu kan seksi-seksi. Kalau untuk anak-anak rasanya kurang mendidik dan tidak sesuai dengan budaya kita,” kata Sukma ditemui bicarasurabaya.com di kediamannya, Jumat (27/10/2017).

Hingga akhirnya, Sukma merubah penampilan boneka dengan menggunakan pakaian adat di Indonesia. Awalnya, ia merombak boneka barbie yang dibelinya dan menggantinya dengan busana khas adat Indonesia. Boneka yang ia kreasi awalnya hanya menjadi sebuah pajangan dan hadiah untuk teman-teman di tempat kerjanya.

“Saya meletakkan boneka-boneka itu di kantor. Kalau ada yang lagi ulang tahun saya kado juga. Teman-teman suka,” papar penulis di majalah berbahasa Jawa, Jaya Baya, tersebut.

Tak disangka hasil karyanya tersebut banyak diminati para rekan-rekan kerjanya. Dari dukungan teman, Sukma akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti pameran dari hasil karyanya tersebut. Ia sendiri mengaku banyak menerima tantangan baru dalam membuat boneka dengan berbagai macam model.

Pada suatu ketika, ia pun mendapat masukan dari pengunjung untuk membuat inovasi baru untuk karyanya itu. Meski boneka karyanya menggunakan pakaian adat, tapi mata dan rambutnya masih terkesan seperti orang bule.

“Kata pengunjung ini kurang cocok. Pakaian adat tapi orangnya bule,” kata Sukma saat menirukan pengunjung di pamerannya.

Hingga akhirnya dia berinovasi untuk menerima masukan dari pengunjungnya itu. Berbagai macam pameran sudah ia ikuti untuk memamerkan hasil karya dan mengenalkan budaya pakaian adat, dan ternyata banyak orang yang menyukainya.

Disamping inovasinya itu, ia pun akhirnya mengoleksi berbagai macam penghargaan, mulai penghargaan Pahlawan Ekonomi kategori industri kreatif dari Pemkot Surabaya sampai penghargaan 10 besar Kartini Award yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara beberapa tahun silam.

Bahkan, berkat keahlian dan semangatnya menekuni usahanya dalam membuat pakaian adat boneka khas Indonesia. Ia banyak diundang untuk mengisi seminar dan hasil karyanya tersebut sudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan sampai mancanegara.

Reporter : Arry Dwi Saputra

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar