Srimulat Kembali Beraksi: “Jatuh di Pelukan Ojek Online”

SURABAYA -  Srimulat Surabaya kembali tampil memanjakan para penonton setianya. Kali ini, mereka tampil di Balai Pemuda dengan membawa ludrukan lucu berjudul “jatuh di pelukan ojek online”, Jumat (27/10/2017) malam.

Pentas seni itu dimulai dengan hiburan musik dari artis ludruk terkenal, salah satunya Nunuk Murdiono. Sedangkan pementasannya dimulai dengan penampilan dua tukang ojek online, terlihat pemain senior dari Srimulat Surabaya, seperti Eko Londo, Didik Mangkuprojo, dan Vera yang muncul.

Pentas ludrukan ini berkisah tentang cinta seorang perempuan kepada tukang ojek online. Cinta itu penuh dengan lika-liku yang membuat perempuan itu bisa menjadi gila jika tidak mendapatkan lelaki pujaannya itu.

Namun, orang tua yakni Mami dari perempuan itu sangat menentang keras hubungan antara anak perempuannya dengan tukang ojek online itu. Alasannya, karena profesi tukang ojek online dipandang sebelah mata dan tidak menghasilkan uang yang banyak.

“Kon iki tak eman–eman, tak golekno jodoh sing koyo sing ganteng (kamu ini saya jaga, saya carikan jodoh yang ganteng dan kaya,” kata sang mami kepada anak perempuannya.

Anak perempuan tersebut tetap pada pendiriannya untuk mencintai tukang ojek online dan tetap melawan perintah dari Maminya. Ia mengaku jika tidak dituruti kemauannya itu bisa saja gila. “Lek mami ngga gelem mantu ojek iki, aku isok gendeng mi (kalau mami tidak mau menantu tukang ojek ini, aku bisa gila mi),” ujarnya.

Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita pada saat perdebatan antara mami, anak perempuannya, dan tukang ojek online. “Mas kowe iki kok lali karo aku (mas kamu ini kok lupa sama saya),” kata wanita itu tiba-tiba.

Ternyata wanita tersebut adalah kekasih dari tukang ojek online itu, cinta segitiga pun terungkap dan perdebatan cinta sejati itu pun diuji. Hingga akhirnya, si tukang ojek online memilih untuk mengandeng perempuan yang cinta mati kepadanya, dan kekasihnya yang tiba-tiba datang itu akhirnya mundur dari kisah cinta itu.

Suasana semakin romantis ketika sang mami mami menyetujui cinta anaknya dengan si tukang ojek online itu. Cinta itu pun akhirnya berakhir dengan kesetiaan.

Pagelaran seni dari Srimulat Surabaya selama kurang lebih 2 jam, sukses menghibur para penonton yang hadir di Gedung Balai Pemuda Surabaya. Para penonton tertawa keras di dalam gedung, interaksi antara penonton dan pemain Srimulat Surabaya sangat terasa hingga penampilan selesai.

 

Reporter : Dinar Anggi Kinantiar

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar