Merasakan Lezatnya Sate Karak yang Nyaris Punah

SURABAYA – Kawasan Religi Sunan Ampel adalah salah satu pusat industri, pariwasata, dan peziarah di Surabaya. Kawasan ini biasa dikenal dengan julukan Kampung Arabnya Kota Surabaya.

Selain itu, Ampel juga dikenal dengan beragam etnis dari Arab, Madura, Jawa, dll yang tinggal di kawasan ini. Keberagaman etnis ini menjadikan kawasan ini memiliki kuliner yang beragam.

Salah satu kuliner unik yang wajib dicoba ketika berada di kawasan Ampel adalah sate karak. Tak banyak orang yang mengetahui tentang sate ini.

Apa yang terlintas dipikiran anda mengenai sate karak? Sepintas ketika mendengar kata karak, yang terpikirkan adalah nasi basi yang telah dikeringkan. Begitu biasanya kebanyakan orang menyebut karak.

Sate karak ini adalah sebutan untuk makanan yang berbahan usus sapi sebagai daging yang dibakar, sedangkan ketan hitam menjadi pengganti nasi atau lontong yang biasa disantap bersama sate.

 “Bukan karak yang biasa orang tahu, makanya harus dicoba dulu makanan ini. Sekarang udah banyak orang yang nggak tahu makanan ini,” terang Ellis salah satu penjual sate karak ditemui bicarasurabaya.com, Sabtu (28/10/2017).

Baca juga: Segera Cicipi Kuliner Ini Sebelum Punah

Satu porsi sate karak ini terdapat 5 tusuk sate, usus yang merupakan dagingnya menjadi pembeda sate ini dengan sate yang lainnya. Selain itu, campuran ketan hitam, parutan kelapa dan serbuk kedelai yang pedas menambah legit kuliner yang nyaris punah ini.

“Enak sih, unik biasanya pakek lontong. Ini diganti ketan hitam, rasanya unik dan sedikit asin kalau dimakan satenya aja. Harus dicampur nasi ketan hitamnya,” ujar Septy salah satu pengunjung.

Seporsi sate karak dihargai Rp 9 ribu saja, sangat terjangkau dan cocok untuk para pecinta kuliner street food yang ingin merasakan sensasi lain saat mengunyah sate karak ini.

Reporter : Dinar Anggi Kinantiar

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar