Hadir di ITS, BUMN Ajak Pemuda Indonesia Bangun Ekonomi Bersama

SURABAYA- Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara serentak menggelar kegiatan bertajuk BUMN Hadir di Kampus di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Sabtu (28/10/2017).

Di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kegiatan yang dikemas dalam bentuk kuliah tamu ini menghadirkan Sekretaris Kementerian BUMN, Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).

Mengusung tema BUMN Membangun Ekonomi Berkeadilan, acara yang dihelat di Gedung Pusat Robotika ITS ini diikuti oleh hampir 2.000 mahasiswa. Mahasiswa yang rata-rata merupakan mahasiswa baru ini berasal dari berbagai departemen yang ada di ITS. Sebagian juga merupakan mahasiswa dari mata kuliah Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh UPT Sosial Humaniora ITS.

Para pembicara yang memberikan materi kuliah antara lain Imam Apriyanto Putro selaku Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc selaku Wakil Rektor ITS Bidang penelitian, Inovasi dan Kerjasama, Aas Asikin Idat selaku Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), dan  Indradjaja Manopol selaku Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero).

Dalam kuliahnya, Imam mengatakan bahwa melalui acara ini, Kementerian BUMN berupaya memberikan pemahaman kepada sivitas akademika tentang kondisi perekonomian nasional dan peran strategis BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional dan menjembatani sinergi BUMN dengan perguruan tinggi yang memiliki sumber daya profesional.

“BUMN milik rakyat. Ada adik-adik sekalian di dalamnya. Ayo kita jaga, kita rawat BUMN. Karena nantinya akan diestafetkan kepada adik-adik sekalian,” ucap Imam yang disambut tepukan dari para mahasiswa.

Menurut Imam, berbagai upaya yang dilakukan oleh BUMN dan pemerintah ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan kondisi perekonomian nasional. Karena itu, dalam kegiatan ini Menteri BUMN, pejabat eselon I Kementerian BUMN dan Direktur Utama BUMN diterjunkan langsung ke kampus untuk berdiskusi dengan sivitas akademika Perguruan Tinggi yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa.

Tantangan yan harus dihadapi Indonesia untuk maju dan berkembang saat ini adalah pemerataan pembangunan, ketahanan energi dan pangan, hingga infrastruktur dan industri dasar.

“Itu semua target-target pemerintah. BUMN di sini membantu merealisasikan program-program tersebut,” ujar Imam. Asas BUMN, lanjut Imam, adalah membangun ekonomi berkeadilan. “BUMN itu tools-nya. Jangan sampai ekonomi Indonesia dikendalikan oleh asing,” ucapnya.

Imam juga memaparkan beberapa kontribusi penting yang telah diberikan BUMN bagi kemajuan bangsa Indonesia. Salah satunya pembangunan infrastruktur darat untuk menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. PT Nindya Karya sendiri hingga saat ini telah membangun berbagai infrastruktur di Indonesia mulai ujung barat hingga ujung timur. Jembatan, bendungan, gedung, hingga ratusan kilometer jalan.

“Kita targetkan hingga tahun 2019, 1.580 kilometer jalan tol sudah bisa dioperasikan,” beber Imam yang juga menjabat Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri ini.

Dalam sambutan sebelumnya, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD mengatakan bahwa kelak para mahasiswa-mahasiswi inilah yang akan menentukan hitam-putih Indonesia ke depan. Karena itu, ia mengapresiasi kegiatan yang digelar BUMN tersebut. “Di Indonesia sendiri, saat ini ada sekitar 118 perusahaan BUMN,” ujarnya.

Menurut Joni, universitas ke depan adalah generasi ketiga. Yaitu tidak hanya aspek pendidikan saja yang diperhatikan, tetapi juga inovasi dan entrepreneurship. Berdasarkan sebuah lembaga survei, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia.

“Ini diperoleh dari bonus demografi. Yang membuat kita besar adalah generasi produktif paling banyak di sunia,” paparnya.

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang menyandang amanah Sepuluh Nopember, Joni berharap agar para mahasiswanya dapat mewarisi semangat dan militasi para pahlawan. Dan bukti kecintaan tersebut harus dibuktikan. Salah satunya dengan melihat dan belajar dari kiprah BUMN selama ini.

Dalam acara ini, PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa ITS yang berasal dari sekitar perusahaan.

Selama tahun 2009 sampai triwulan III 2017, PT Pupuk Kalimantan Timur telah menyalurkan dana sebesar Rp 1,79 milyar untuk Program Pupuk Kaltim Peduli Pendidikan kepada 19 pelajar asal Kalimantan Timur yang dikuliahkan ke ITS. Sedangkan PT Petrokimia Gresik sejak tahun 2012 hingga 2017 ini telah menyalurkan dana Rp 1,38 milyar untuk 17 siswa yang berkuliah di ITS.

Pada kesempatan ini, PT Pupuk Indonesia (PI) juga menandatangani MoU dengan ITS yang meliputi kesepakatan kerjasama dalam bidang penelitian dan penyediaan tenaga ahli, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi SDM di lingkungan PI. Selain itu, PI juga memberikan fasilitas praktek kerja lapangan di lingkungan PI bagi para mahasiswa ITS.

Sementara itu, Dirut PT Nindya Karya (Persero) Indradjaya Manopol dalam paparan kuliah tamunya mengungkapkan, hampir 30 persen karyawan di lingkungan holding company yang dipimpinnya tersebut merupakan sarjana dari ITS. “Berarti ITS selama ini juga telah banyak berkontribusi untuk memajukan bangsa Indonesia melalui beberapa perusahaan BUMN,” ujarnya bangga.

PT Nindya Karya juga menyempatkan untuk melaunching program rekrutmen karyawan mahasiswa teknik sipil ITS sebagai karyawan di lingkungannya. Serta memberikan bantuan biaya fasilitas pendidikan bagi mahasiswa ITS sebesar Rp 250 juta yang diserahkan secara simbolis.

Reporter: Reiffia S Dwiyoto

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar