Polisi Bongkar Komplotan Penipuan Lewat Telepon yang Digiring ke ATM

SURABAYA- Polrestabes Surabaya berhasil membongkar kasus Tindak Pidana Penipuan Online. Tersangka berjumlah 8 orang, masing-masing berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M. Iqbal  menjelaskan berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya penipuan online, lalu Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M Sinambela membentuk tim dan akhirnya menemukan bukti-bukti tentang kasus ini.

"Alhamdulillah kita 3 hari bergerak cepat ketika satu masyarakat lapor dan Pak Leo membentuk tim dan menemukan bukti-bukti penipuan itu," kata Kombes Pol M. Iqbal saat jumpa pers di Markas Polrestabes Surabaya, Minggu (29/10/2017).

Menurut Kombes Pol M. Iqbal, para tersangka melakukan dua modus. Pertama, tersangka membuat dokumen palsu berupa SIUP & CEK senilai Rp 3,4 miliar. Selanjutnya, dokumen tersebut dimasukkan ke dalam amplop warna coklat, setelah itu amplop disebar di jalan - jalan wilayah Surabaya, Mojokerto, Pasuruan dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

Kemudian, amplop coklat berisi dokumen palsu tersebut di temukan oleh korban, setelah itu korban menghubungi pelaku menggunakan nomor telepon yang tercantum pada dokumen palsu. Saat mengangkat telepon, pelaku mengucapkan terima kasih kepada korban, sebagai tanda ucapan terima kasih pelaku menjanjikan imbalan uang sebesar Rp 100 juta melalui tranfer.

Selanjutnya, pelaku meminta korban untuk datang ke ATM dengan berpura - pura mengecek saldo. Setelah itu, pelaku memandu korban untuk memasukan ATM dengan menggunakan menu Bahasa Inggris dan tanpa sadar korban diminta pelaku untuk menekan tombol Order transaction.

Berikutnya, korban memasukkan rekening sesuai permintaan pelaku, lalu korban diminta memasukkan nominal ganjil terakhir korban diminta menekan tombol Correct (benar), saat itulah dana milik korban telah terkirim ke rekening pelaku.

Sedangkan modus kedua, para tersangka menyebarkan kupon undian berhadiah 1 (satu) unit mobil all new Nissan X - Trail dari salah satu merk minyak goreng ke rumah - rumah di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

“Para tersangka sudah menjalankan modus penipuan semacam ini selama 4 tahun di wilayah Jawa Timur dan bahkan di seluruh Nusantaram,” tegas Kombes Pol M. Iqbal.

Adapun barang bukti yang ditemukan saat penangkapan berupa mobil, sepeda motor, handphone, dokumen-dokumen palsu, kartu perdana, laptop dan beberapa barang lainnya yang menjadi alat pendukung dalam proses penipuan.

Para tersangka dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun.

 

Reporter : Arry Dwi Saputra

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar