Alumni SMAN 5 Surabaya Bernostalgia di Art Carnaval

SURABAYA- Jalan Sedap Malam di kawasan Balai Kota Surabaya mendadak ramai tak seperti biasanya. Sebab, ada ratusan orang dari Alumni SMA 5 Surabaya sedang berlenggak-lenggok menggelar pawai budaya.

Bermacam-macam kostum dikenakan oleh ratusan peserta pawai yang terdiri dari beberapa alumni mulai dari angkatan 1958-2000. Mereka memulai start dari Balai Kota hingga di halaman Grand City Mall.

"Saya datang langsung dari Jakarta untuk memperingati  acara Art Carnaval SMA 5 yang ke 6 tahun, yang diikuti beberapa angkatan alumni," kata Soehardjo almuni angkatan tahun 1958 kepada bicarasurabaya.com, Minggu (29/10/2017).

Tak hanya angkatan Soehardjo saja, alumni angkatan 81 yang memiliki peserta paling banyak ini ada yang berkostum layaknya di Jember Festival Carnaval (JFC) dan Banyuwangi Ethno Carnival.

"Ya menarik seakan kembali di masa kecil dulu kita bisa berkarnaval lagi, untuk memeriahkan aku memakai kostum merak seperti yang dipakai di JFC, meski berat yang meriah," kata Sri Nindia Ningrum  yang merupakan angkatan 81 tersebut.

SMA Negeri 5 ini juga merupakan bekas  sekolah dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang saat itu lulus tahun 1980. Ada beberap cerita menarik saat beberapa teman mengenalnya.

"Dari dulu Risma memang orangnya tegas, mungkin ia dapat waktu menjadi seorang atlet yang mempunyai jiwa sportivitas dan disiplin, mungkin itu alasannya," kata Bambang Sumardiono sambil mengenang saat sama-sama duduk di kelas 1P1 (kelas IPA).

Sementara itu, Hana Budiono yang merupakan istri dari CEO Kumparan, Budiono Darsono juga turut  mengikuti Art Carnaval SMA 5 itu, ia bersama-sama teman satu angkatanya yang lulus tahun 1981 memilih konsep yang berbeda dari angkatan yang lainnya.

"Dari 12 grup yang ikut, kita memilih konsep yang berbeda, yakni ingin membawa gaungnya JFC dan Banyuwangi Ethno Carnival ke sini, meski berat tapi teman-teman juga antusias mengenakan saat berjalan tadi," ungkap Hana.

Hana mengaku jika yang membuat pakain bambu yang dikenakan pada saat Banyuwangi Ethno Carnival juga merupakan almuni SMA 5 Surabaya.

"Yang membuat Widji Lestariono, ia mendesainnya langsung, bahkan karyanya juga sering dipakai. Itu memiliki berat yang lumayan, akan tetapi teman-teman juga sangat anstusia mengenakannya," tandasnya.

Reporter: Deny Prastyo

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar