Yuk, Berburu Hantu Bersama Komunitas Ini

SURABAYA– Komunitas adalah sebuah wadah untuk menyalurkan hobi atau pun ketertarikan yang sama terhadap sesuatu hal. Kota Surabaya pun memiliki komunitas yang memiliki beragam bidang di dalamnya.

Salah satu komunitas yang tak biasa adalah D’Ghostbust Community Surabaya, komunitas ini mulai terbentuk pada 13 Juni 2009. Latar belakang berdirinya komunitas ini adalah karena kesamaan hobi yang dimiliki oleh beberapa orang yang sama-sama suka ide unik dari hal yang berbau gaib atau mistis.

Berawal dari ide-ide mereka yang tercetus saat nongkrong di warung kopj, mereka memutuskan untuk membentuk komunitas unik ini dengan 10 anggotannya. Meskipun berbau gaib dan mistis, tujuan komunitas ini tidak mengarah pada hal-hal yang berbau klenik.

Dulunya komunitas D’Ghostbust Surabaya sering mendapatkan pandangan buruk di kalangan masyarakat yang mengetahui tentang komunitas ini. Banyak orang yang beranggapan bahwa komunitas ini menggunakan hal-hal klenik.

Anggota komunitas ini pun berusaha membuktikan bahwa keberadaan makhluk halus dapat ditangkap melalui media foto. Bahkan, beberapa anggotanya memiliki kemampuan dapat melihat makhluk halus, atau biasa disebut indigo.

“Kami ingin membuktikan keberadaan makhluk-makhluk halus itu dengan merekamnya menggunakan foto. Beberapa anggota kami juga ada yang indigo,” terang Chorie salah satu pendiri komunitas D’Ghostbust Surabaya ditemui bicarasurabaya.com, Senin (30/10/2017).

Namun, lama-kelamaan pandangan negative ini mulai berubah semenjak orang-orang tersebut ikut serta dalam kegiatan hunting mereka. Hingga akhirnya orang-orang itu menjadi tertarik untuk ikut dalam komunitas ini.

“Iya, dulu pernah dikira komunitas ini suka memakai klenik-klenik. Padahal enggak sama sekali. Kami memulai kegiatan hunting juga melakukan doa sesuai keyakinan masing-masing dan selesainya juga,” imbuh Chorie.

Pertama kalinya komunitas ini melakukan hunting di Rumah Hantu darmo (RHD) pada tahun 2009 silam, RHD menjadi tempat pertamanya untuk hunting ini karena tempat ini yang terkenal sebagai sarangnya hantu.

“Ide pertama kali hunting itu, di bangunan RHD. Dulu bangunannya belum hancur mbak, ngga seperti sekarang sudah banyak yang hancur. Kayak atapnya atau jendelanya” ujar Chorie.

Setelah mereka melakukan kegiatan hunting di bangunan-bangunan tua atau tempat-tempat yang sudah terbengkalai dan sekolah-sekolah yang tidak terpaka, mereka tidak akan menceritakan kejadian mistis kepada anggota-anggota D’Ghostbust secara langsung, karena tidak semua anggotanya memiliki keberanian akan hal yang bersifat mistis.

Komunitas ini menarik anggota baru lewat acara pameran yang menampilkan hasil-hasil foto mereka. Lewat pameran itu, akhirnya mereka diundang oleh media TV seperti program acara Hitam Putih dan Tukul Arwana. Hingga akhirnya komunitas ini memiliki sekitar 20 anggota aktif.

 

Reporter : Dinar Anggi Kinantiar

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar