Perjalanan Berburu Hantu hingga Akhirnya Kesurupan

SURABAYA– Beberapa tempat yang lama tak berpenghuni sering menjadi ‘sarang’ makhluk halus, mereka sering menampakkan wujudnya agar menunjukkan eksistensi keberadaan mereka. Tak banyak orang yang berani menyambangi sebuah tempat tak berpenghuni, kecuali ada sesuatu cerita menarik yang melekat pada tempat bangunan itu.

Beberapa orang merasa takut karena keberadaan makhluk halus, namun tak sedikit pula orang yang menjadi tertarik akan keberadaan makhluk menyeramkan itu. Seperti salah satu komunitas yang ada di Surabaya, D’Ghostbust Community ini terbentuk lantaran kesamaan hobi anggotanya dalam hal-hal gaib dan berbau mistis.

Salah satu kejadian tak terduga dialami oleh sekumpulan anggota komunitas ini. Kejadian tak terduga mereka alami saat mengunjungi sebuah tempat bekas benteng di Kenjeran.

Sebanyak 15 orang anggota ikut dalam kegiatan saat itu, mereka menyusuri bangunan bekas banteng yang merupakan bekas Gudang peluru pada pukul 00.00 dini hari. Menyusuri lokasi yang gelap dan sunyi ini, tiba-tiba kejadian aneh terjadi.

Merasa ada yang aneh, salah satu anggota perempuan menengok ke belakang melihat anggota lain yang tertinggal. Ia berkata kepada anggota lain yang ada di depan yang nyatanya semua anggota sudah lengkap berada di barisan depan.

“Saat anggota cewek merasa ada yang tertinggal di belakang, ia menoleh ke belakang. Lalu ia bertanya pada barisan di depan, ternyata anggota sudah lengkap semua,” ujar Ulfa saat menirukan kejadian pada waktu itu.

Sesaat setelah kejadian itu, anggota tersebut merasakan ada yang memukul pundak bagian belakangnya dengan keras, padahal saat itu ia berada di barisan paling belakang. Tiba-tiba, anggota perempuan itu bertingkah aneh, tingkahnya ini karena ia sedang dirasuki oleh makhluk halus.

Hantu yang merasuki anggota ini adalah sosok perempuan seperti kuntilanak yang menghuni tempat ini. Setelah beberapa saat anggota ini tersadar dan dinetralisir oleh anggota lain yang memiliki kemampuan indigo.

“Hantunya cewek mbak. Hantu itu bepesan, jangan dirusak dan jangan ganggu,” ujar Bayu.

Setelah kejadian ini, anggota perempuan ini menjadi lebih bisa merasakan keberadaan makhluk halus di sekitarnya, ia lebih sensitif untuk merasakan keberadaan makhluk itu daripada sebelumnya. Dulunya ia tak memiliki kemampuan khusus untuk hal-hal gaib maupun berinteraksi dengan makhluk halus.

“Iya memang ada yang seperti itu mbak, dia bisa gampang merasakan dan menjadi lebih sensitive. Ibarat pagar rumah, kalau pagar itu ada yang bobol atau dirusak lebih gampang sekali dimasuki untuk kedua kalinya,” ujar Choirul.

 

Reporter : Dinar Anggi Kinantiar 

Editor: M. Syarrafah

Tinggalkan Komentar