Suhu Dingin Akhir-akhir Ini Bisa Timbulkan Penyakit

Akhir-akhir ini, beberapa kota di Pulau Jawa mengalami suhu dingin seperti yang tidak biasanya. Hal itu terjadi pada sore, malam, dini hari, bahkan hingga pagi.

Suhu dingin di Jakarta tercatat mencapai 24 derajat celcius, sedangkan di Bandung mencapai 17 derajat celcius. Yang lebih ekstrem terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah yang mencapai suhu 0 derajat celcius di musim kemarau.

Terkait suhu dingin yang terjadi beberapa hari terakir ini, pasti bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh. Dokter ahli saluran cerna, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan bahwa ada dua penyakit yang bisa timbul karena kondisi tersebut.

Sebagaimana dikutip dari detikHealth, pertama dr Ari menyebut bahwa penyakit kronis yang sudah masyarakat alami sebelumnya bisa kambuh.

"Penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya pada masyarakat akan mengalami kekambuhan karena udara yang dingin antara lain asma (sesak nafas), pilek alergi (rinitis alergi), sinusitis serta alergi kulit karena udara dingin timbul bentol-bentol dan gatal," ujarnya.

Kedua adalah gangguan kesehatan yang timbul langsung akibat udara dingin, seperti kulit menjadi kering, kulit telapak kaki menjadi pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir, dan kadang kala timbul mimisan.

"Jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh (hipotermia), tentu hal ini akan mengganggu masyarakat," lanjut dokter yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Yang lebih parah, masyarakat bisa terinfeksi virus atau bakteri. Biasanya yang terserang adalah saluran pernapasan atas yang selanjutnya disebut dengan ISPA.

"Jika tidak diantisipasi dengan baik infeksi saluran nafas atas akan berlanjut menjadi infeksi pada paru," imbuh dr Ari.

Dokter Ari juga mengingatkan bahwa ada beberapa orang termasuk dalam kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena gangguan kesehatan tersebut, yaitu orang usia lanjut, anak-anak, dan balita. Serta orang dengan penyakit kronis, misalnya diabetes, gangguan jantung dan pembuluh darah, atau gangguan tiroid.

Tinggalkan Komentar