Kolaborasi Remo dan Yosakoi Menjadi Tarian Masa Kini

Festival Tari Remo dan Yosakoi berlangsung meriah. Kolaborasi keduanya sangat memikat. Suara tepuk tangan membahana begitu gerakan tarian Yosakai selesai disajikan di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Minggu (8/7/2018).

Masyarakat Surabaya terlihat antusias mengikuti festival ini. Jumlah peserta tahun kemarin 43 grup, kini alami peningkatan yaitu sebanyak 53 grup.

 Meskipun Yosakoi sendiri budaya asal Jepang. Tapi suasana tarian dan kostum cukup kental budaya Indonesia. Kolaborasi Remo dan Yosakoi menjadi tarian masa kini.

 Yosakoi adalah tarian yang tercipta pada masa pemerintahan Yamauchi Katsutoyo (1596-1615). Kata Yosakoi mempunyai arti ‘datanglah kau malam ini’. Sedangkan kisah lain menceritakan bahwa kata Yosakoi berasal dari seruan para pekerja bangunan ketika membangun Istana Kōchi di masa pemerintahan Yamauchi Katsutoyo (1596-1615).

 Para pekerja bangunan menyerukan ‘yoisho koi, yoisho koi’, agar tetap selalu bersemangat ketika bekerja mengangkati bahan bangunan.

Sedangkan Tari Remo adalah salah satu tarian untuk penyambutan tamu agung, yang ditampilkan baik oleh satu atau banyak penari. Tarian ini berasal dari Provinsi Jawa Timur.

Menurut sejarahnya, tari remo merupakan tari yang khusus dibawakan oleh penari laki–laki. Ini berkaitan dengan lakon yang dibawakan dalam tarian ini. Pertunjukan tari remo umumnya menampilkan kisah pangeran yang berjuang dalam sebuah medan pertempuran. Sehingga sisi kemaskulinan penari sangat dibutuhkan dalam menampilkan tarian ini.

Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.

Tinggalkan Komentar


Warning: Unknown: write failed: No space left on device (28) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct () in Unknown on line 0