Tahun 2020 Starbucks Setop Gunakan Sedotan Plastik

Pada tahun 20120 mendatang raksasa kopi Starbucks menetapkan untuk tidak lagi menggunakan sedotan plastik di seluruh gerainya. Penghentian akan dilakukan secara bertahap.

Langkah ini diambil perusahaan sebagai upaya untuk memerangi polusi dari plastik sekali pakai.

Keputusan ini juga berasal dari ujicoba yang dilakukan oleh perusahaan selama berbulan-bulan.

Dilansir dari AFP Starbucks akan menggunakan sedotan dari bahan lain yang tentunya dapat didaur ulang. Dengan demikian perusahaan ini akan mengurangi dampak pencemaran sampah di dunia.

Selain itu, mereka juga akan membuat gelas dengan tutup terbuka di beberapa bagian sehingga pembeli tak memerlukan sedotan untuk minum.

"Starbucks akhirnya menarik garis di pasir dan menciptakan cetakan untuk mengikuti merek besar lain," kata Chris Milne, Direktur Sumber Kemasan.

Nantinya, 28 ribu gerai Starbucks akan menawarkan minuman dingin dengan desain tutup baru.

Sementara untuk Frapucino, toko akan menawarkan sedotan kertas atau terbuat dari plastik yang dapat dibuat kompos berdasarkan pati tanaman yang difermentasi.

Adanya keputusan ini, membuat Starbucks menghemat satu miliar sedotan setahun.

Perusahaan menambahkan bahwa sedotan dari bahan plastik telah terbukti sulit untuk didaur ulang.

Bukan karena bahan yang dibuatnya, tetapi karena mereka terlalu ramping untuk jalur produksi daur ulang untuk secara efektif memilah

Beberapa negara dan kota Eropa di Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pembatasan penggunaan sedotan plastik.

Seattle, kota kelahiran Starbucks adalah satu-satunya kota besar yang melarang penggunaan sedotan plastik di restoran (PR).

Tinggalkan Komentar