Facebook “Menyelamatkan” Dua Turis Asing di Bali

Mikey Lythcott dan kawannya, Stacey Eno, mengalami kecelakaan di Bali. Mereka nyaris tewas kalau tidak “diselamatkan” oleh sebuah postingan di jejaring sosial Facebook.

Ceritanya, pada Agustus lalu, Lythcott dan Eno sedang berkendara naik sepeda motor berdua di perbukitan di daerah Ubud. Malang, di sebuah tikungan, sepeda motor tidak bisa direm tepat waktu. Kedua turis asing ini pun terjatuh ke jurang.

Lythcott dan Eno terluka parah dan tak bisa bergerak.

“Saya pikir saya akan mati di sini, karena tak seorang pun yang tahu ke mana kami pergi dan kamii berdua cedera,” ujar Lythcott, warga AS berusia 36 tahun yang berprofesi sebagai blogger.

Lythcott bertemu dengan Eno, seorang guru bahasa Inggris di Korea Selatan, saat sedang traveling di Thailand Februari lalu. Mereka lalu janjian hendak bertemu di Bali. Keduanya baru tujuh jam berada di Indonesia sebelum mengalami musibah itu.

Sebelumnya, Lythcott sempat membeli kartu SIM lokal, tapi ponsel yang memuatnya jatuh entah di mana ketika mereka terjun ke jurang. Saat merogoh-rogoh kantong jaket mencari sesuatu yang bisa dipakai, Lythcott menemukan ponsel lain dengan kartu SIM AS yang memang turut dibawanya.

Beruntung, international roaming bisa dinyalakan meski sinyal lemah. Lythcott mengunggah postingan di Facebook untuk meminta bantuan kepada siapapun. Seorang kawan bernama Aimee Sparks melihat posting Lythcott dan segera meneleponnya.

Ponsel Lythcott hampir kehabisan baterai, tapi dia masih sempat mengirim informasi lokasinya lewat WhatsApp. Teman-teman dari beberapa negara berbeda ikut nimbrung dalam upaya penyelamatan.

Sebagai orang yang doyan traveling, Lythcott memang memiliki banyak teman dari berbagai belahan dunia. Seorang teman di Praha menelepon kantor konsulat, lalu kawan lainnya dari Belanda menelepon polisi lokal di Bali.

Beberapa jam kemudian, Lythcott dan Eno mendengar suara orang di jalan dekat jurang tempat mereka berada, lalu berteriak minta tolong. Tim penyelamat dan warga lokal berhasil menemukan kedua turis lalu membawa mereka ke rumah sakit di Kuta.

Lythcott mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Tengkoraknya retak, dan salah satu pergelangan tangannya patah. Perutnya juga tertusuk sesuatu dan dua mesti bernafas dengan alat bantuan. Lythcott berada di rumah sakit hingga 3 September dan kini sudah berada di hotel.

Sementara itu, Eno mengalami retak di kedua tulang pipi, hidung, dan pergelangan tangan kiri dan sekarang sudah kembali ke Korea Selatan.

Dari sana dia berujar traveling kadang memang menakutkan dan berbahaya, tapi baik dia maupun Lythcott tak akan berhenti melanglang buana. Eno pun berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan bantuan.

“Tanpa teknologi dan teman-teman, kami mungkin tidak akan selamat,” katanya sebagaimana dikutip CNN, Selasa (11/9/2018).

Tinggalkan Komentar