India Perangi Hoax, Whats App Kirim Petinggi Perempuan

WhatsApp langsung menunjuk petinggi perempuannya untuk menangani laporan keluhan hoax di India. Seperti dilansir Bicara Surabaya, India sedang memerangi berita bohong.

Petinggi yang ditunjuk aplikasi milik Facebook itu yakni seorang Senior Director of Global Customer Operations and Localisation WhatsApp, Komal Lahiri. 

Di Negeri Bollywood itu, Lahiri akan memimpin kantor penampung keluhan, atau Grievance Officer. Pengguna di India bisa mengirimkan keluhan termasuk hoax yang mereka temukan melalui email atau surat. 

Dalam keterangannya, WhatsApp mengatakan untuk mengirimkan keluhan ke kantor tersebut, pengguna harus menyertakan dengan tanda tangan elektronik.

"Jika Anda mengontak kami untuk akun khusus, mohon sertakan nomor ponsel Anda dalam formal internasional, termasuk kode pos Anda," jelas WhatsApp dikutip dari Finantial Express, awal pekan lalu. 

Sebelum ditunjuk untuk menangani hoax di India, Lahiri sudah menjabat Senior Director of Global Customer Operations and Localisation di WhatsApp sejak tujuh bulan lalu. Sebelum berlabuh di WhatsApp, srikandi tersebut telah bergabung dengan Facebook sejak 2014.

WhatsApp belum mengonfirmasi, apakah Lahiri akan menerima laporan hoax hanya untuk di India saja atau juga melayani laporan secara global.

Aplikasi milik Facebook itu juga belum mengonfirmasi apakah Lahiri akan memimpin tim khusus untuk melawan berita palsu di India, sebab menurut keterangan dia akan bekerja dari Amerika Serikat.  

Perusahaan aplikasi pesan instan itu menunjuk Lahiri untuk menerima laporan hoax di India merupakan tindak lanjut pertemuan Kepala Eksekutif WhatsApp, Chris Daniels dengan Menteri Teknologi Informasi India, Ravi Shankar Prasad bulan lalu.

Dalam pertemuan itu, pemerintah India memerintahkan WhatsApp untuk mengambil langkah bagaimana melacak asal usul penyebaran pesan palsu alias hoax di platformnya. 

India juga meminta WhatsApp untuk menunjuk pejabat penerima laporan keluhan dalam rangka mempercepat penyelesaian kasus hoax di India.

Pemerintah India juga meminta WhatsApp mendirikan entitas perusahaan di negeri tersebut. Namun dengan tugas berat mengepalai kantor hoax tersebut, kemungkinan hari-hari ke depan Lahiri bakal sering berkantor di India.

India memang sedang berperang melawan penyebaran hoax. Dengan jumlah pengguna WhatsApp yang mencapai lebih dari 200 juta, namun pekerjaan rumahnya adalah menangani hoax yang sudah menyusahkan pemerintah.

Untuk penanganan hoax, WhatsApp sebelumnya sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya yakni mengubah kebijakan penerusan pesan alias forwarding message. WhatsApp membatasi pesan cuma bisa disebarkan ke 20 pengguna saja.

 

Tinggalkan Komentar