Tak Miliki Simulator Boeing 737 Max 8, Ini Kata Pilot Lion Air

Maskapai penerbangan Lion Air Group hingga kini belum memiliki simulator Boeing 737 Max 8. Simulator biasa digunakan untuk proses pelatihan para pilot.

 

Hal ini diungkapkan salah satu pilot Lion Air Capt Sogi Praksono dalam konferensi pers di Lion Air Angkasa Training Center, Tangerang, Sabtu (1/12). Meski tak memiliki simulator Boeing 737 Max 8, para pilot menuturkan bukan jadi masalah.

Sogi menjelaskan, simulator yang terdapat di pusat pelatihan pilot Lion Air sudah sangat mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak dibutuhkan simulator jenis Boeing 737 Max 8 lagi .

"Boeing 737 NG dengan (737) Max 8 itu satu varian, satu tipe. Dalam hal ini manufaktur memberikan maklumat bahwa tidak banyak sistem yang termodifikasi di dalam dua pesawat ini," jelas Sogi.

Dia menambahkan, selama ini manajemen Lion Air sudah mendapat informasi dan penjelasan terkait hal teknis ini bahwa pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tidak membutuhkan simulator khusus.

"Itu tidak diperlukan, spesifik di 737 Max 8. Kenapa? Karena ini adalah varian yang sama. Jadi tidak ada bedannya. Perbedaan paling signifikan pada 737 Max dan 737 NG adalah di engine. Jadi jenis engine berbeda, namun secara sistem keseluruhan sama," tuturnya. 

Selain itu, Sogi juga menyinggung soal tidak laik terbangnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perbatasan Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). Tudingan itu sebelumnya disampaikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sogi secara gamblang menyatakan itu bukanlah hasil akhir, namun masih temuan sementara. Ia bersama para pilot lainnya akan tetap menjalankan tugas sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku (kompas). 


Tinggalkan Komentar