Strategi Memecah Merek Ponsel Jadi Tren Produsen China

Sejumlah merek ponsel pintar asal China belakangan memilih strategi untuk membuat merek kedua. Sebut saja Oppo dengan Realmi, Xiaomi dengan Pocophone dan Redmi, serta Huawei dengan Honor.

Direktur pemasaran Realme Asia Tenggara, Josef Wang mengatakan langkah tersebut merupakan strategi perusahaan untuk memperluas pangsa pasar. Menurutnya, sulit bagi merek China untuk menjangkau semua segmen jika hanya mengandalkan satu merek saja.

"Dari pandangan saya, kenapa Xiaomi memisahkan Pocophone dan kini Redmi karena mereka punya bisnis model," ujar Wang kepada awak media di Central Park, Jakarta Barat, Rabu (9/1).

"Jika mereka ingin mendapatkan lebih banyak pangsa pasar, mereka tidak bisa hanya memakai satu merek untuk semuanya. Karena satu brand biasanya sudah identik dengan satu segmen."

Wang lebih jauh mencontohkan Xiaomi yang sejauh ini identik dengan ponsel berspesifikasi tinggi dengan harga cukup premium. Sementara Pocophone dibuat untuk segmen lebih tinggi dan Redmi yang menyasar kelas menengah kebawah.

Ia menilai strategi yang ditempuh Xiaomi masuk akal dengan memisahkan beberapa merek untuk menjangkau lebih banyak pengguna.

Di sisi lain, ia menyadari jika ada konsekuensi dari perpisahan merek. Merek yang lebih kecil harus diperkenalkan secara luas kepada masyarakat yang butuh biaya tidak sedikit.

"Memang tidak murah untuk membangun brand awarness baru, tetapi saya rasa tidak semikian dengan Xiaomi karena Redmi mereka sudah dikenal baik di pasar. Itu berbeda dengan kami (Realme) yang masih baru," imbuhnya.

Dengan bertambahnya pemain, ia tak memungkiri jika persaingan akan semakin ketat. Meski ia menilai jika persaingan masih terhitung wajar dan menguntungkan pengguna.

Induk perusahaan Realmi (Oppo) misalnya, tak mempermasalahkan persaingan dengan siapapun. Hal itu lantaran Oppo tidak mengeluarkan produk untuk segmen dengan spesifikasi yang sama persis dengan Realme.

Realme, anak perusahaan Oppo baru hadir di Indonesia sejak Oktober 2018 menganggap Honor dan Xiaomi sebagai pesaing terberatnya. Alasannya lantaran kedua produsen lebih agresif menawarkan produk dengan harga kompetitif untuk pengguna.

"Kami sedang membangun basis fans, punya aplikasi Realme fans di Indonesia dan India. Rencana jangka panjang untuk memperkuat fans masih kami siapkan lebih lanjut," ucapnya (cnn). 

Tinggalkan Komentar