Grab Mendapat Suntikan Dana Rp2,78 Triliun

Perusahaan ritel raksasa Thailand, Central Group, dikabarkan menyuntikkan dana segar ke Grab sebesar 200 juta dolar atau Rp2,78 triliun.

Kesepakatan ini bertujuan memperkuat posisi sekaligus memperluas bisnis Grab di negeri Gajah Putih. Apalagi pesaingnya, Gojek, sudah mengaspal di sana dengan memakai nama Get.

Mengutip situs The Star, baru-baru ini, Central Group akan berinvestasi dalam salah satu unit Grab Thailand. Diperkirakan, unit usaha yang dibidik peritel kakap itu adalah GrabFood atau GrabExpress.

Terlebih, Central Group yang memiliki bisnis di sektor perhotelan, pusat perbelanjaan dan restoran, mengandalkan pertumbuhan industri online untuk membantu mendorong penjualan mereka. Ketika dikonfirmasi, baik Grab maupun Central Group, enggan berkomentar.

Kerja sama strategis ini sudah terendus sejak September 2018, di mana Grab tengah bernegosiasi untuk menjual sebagian kepemilikan bisnis mereka di Thailand ke Central Group.

Sebelumnya, Central Group juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan e-commerce China, JD.com, dengan modal patungan sebesar 500 juta dolar atau Rp7 trilibun.

Di Indonesia, awal tahun ini Central Group resmi menutup cabang department store miliknya di Neo Soho, Jakarta Barat, guna fokus membesarkan penjualan omnichannel mereka lewat saluran lainnya.

Sementara itu, sejak mengakuisisi Uber pada akhir Maret 2018, Grab makin memperluas cakar bisnisnya di Asia Tenggara. Mereka tidak hanya melayani antarjemput orang, tetapi juga layanan pengiriman makanan, pembayaran, dan logistic (viva).

Tinggalkan Komentar